Selasa, 22 Mei 2012
Minggu, 20 Mei 2012
Sabtu, 19 Mei 2012
biografi Maroon 5
Dhany Andra Febrian: biografi Maroon 5: Maroon 5 adalah band pop rock yang memenangkan Grammy Award Amerika . Dibentuk di Los Angeles , Amerika Serikat, grup ini terdiri dari lim...
definisi GALAU
Galau….
Kata yang paling sering kita temui di twitter, facebook, atau jejaring sosial lainnya, dan biasanya bersumber dari para remaja.
Sebenernya apa sih artinya galau?
Kalo menurut gue, galau adalah suatu peristiwa dimana jiwa ababil merasa hatinya hancur, tertekan, dilema, yang disebabkan oleh perlakuan lawan jenisnya. Bahkan, ketika remaja sedang “galau”, maka lagu-lagu tertentu pun bisa membuat mereka bercucuran air mata. Selain bercucuran air mata, terkadang galau dapat menyebabkan mata bengkak dan iritasi, hidung memproduksi air hidung lebih banyak, bibir tertarik 5 cm ke bawah, dan mulut yang terbuka lebar untuk bernapas.Ngomong-ngomong tentang lagu galau, menurut kalian lagu apa sih yang bisa bikin lo pada langsung “galau”?
Kalo menurut gue, lagu yang paling galau sedunia itu adalah : BALONKU.
Coba perhatiin nih liriknya :Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau, DOR!
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-eratMungkin lebih baik kalau ada revisi pada lagu tersebut, dan akan menjadi seperti ini :Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau, DOR!
Hatiku sangat galau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-eratNah….itu super duper galau! Kenapa galau? Nih gue jabarin penjelesannya :
Bayangkan.. Andaikan uang lo tinggal Rp 5000,00. Terus harga 1 balon itu Rp 1.000,00. Lo pengen beli 5 balon, sementara lo harus sisihin Rp 1.000,00 untuk ongkos pulang lo.
Ini kejadian galau pertama, dimana lo bingung harus beli 5 balon atau beli dikit aja.Akhirnya lo putuskan untuk membeli 5 balon. Pas lo lagi seneng abis beli balon, tiba-tiba salah satu balon lo terbang terbawa angin. Ini peristiwa galau kedua, dimana lo kehilangan balon kesayangan yang lo beli penuh pengorbanan.Sekarang balon lo tinggal 4. Biar lo ga kehilangan balon lagi tentu lo harus pegang balonnya erat-erat dong ya. Sementara, tangan lo udah pegel dan ga sanggup untuk pegang erat-erat. Ini peristiwa galau ketiga, dimana lo bingung antara menahan pegel atau merelakan 1 balon lagi.Lo memutuskan untuk memegang erat balon lo. Dan setelah berjalan kaki cukup jauh, lo sampe rumah juga. Ini peristiwa galau keempat, dimana lo merasakan sakit yang sangat dahsyat pada kaki dan tangan lo akibat memegang erat balon.Finally lo nyampe rumah. Dan di pintu rumah, nyokap udah menanti. Ini peristiwa galau kelima, dimana nyokap lo ngomel-ngomel karena lo beli balon banyak banget.PROK PROK PROK! Hebat banget ga sih? Dalam 1 lagu, ada 5 peristiwa yang membuat lo galau mampus. Seperti judul lagunya : “balonku ada lima”, harusnya diganti jadi : “galauku ada lima”.Btw, sudahkan anda galau hari ini?
Jumat, 18 Mei 2012
Rabu, 16 Mei 2012
harmoni cintaaaaaaaaaa
Ada yang bergerak di dalam dadaku ini
Seperti ku kenal pernah kurasakan
Waktu aku jatuh cinta
Waktu hatiku tertarik
Rasanya pun begini
Jatuh cinta
Apakah ini sama seperti yang itu
Hatiku bergerak
Aku jatuh cinta
Dinding hatiku berlagu
Harmoni cinta menyentuh
Pipiku pun merona
Jatuh cinta
Harmoni cintaku kini datang
Nyanyikan suara hatiku
Berlagu penuh cinta
Minggu, 13 Mei 2012
17 yang terlewati
DEAR may 10 2012
tetoooooooot selamat pagi...today is my birthday!!!
lihat pesan di handphone, facebook, twitter, semuaaaaaaa pada ngucapin!!seneng sih tapi mama sama papa ko ngga ngucapin sih ya? :( kesian bgt gue gue sedihhhhhh dihari ulang tahun gue bukannya seneng tapi malah dateng bencana hp gue ? hape gue yg lucu itu harus rusaaaaaaaak!! aaaaaaaaah sial banget:(
gue nangis yaudah gue berangkat pkl aja mata gue bengep efek dari nangis tadi malam!!!!!
huuuuuuuuu
tapi gue senyum lagi pas di tempat pkl ketemu sama ismail, dia ngucapin birthday dll:)
dia emang punya banyak bgt cara biar gue senyum lagi..
pulang pkl....
ismail udah nunggu di depan
gue naik motor, dijalan gue cerita "ko mama sama papa ngga ngucapin ya? dia lupa kali ya"
ismail bilang "mungkin nanti !!!mana mungkin lupa"
hmmmmmmm yaudah deh biarin..
ismail bilang kalo nanti jam 8 gue keluar dari rumah gue!!
dalam hati :ada apa ini jangan2 kejutan lagi (pede bgt gue:)
tetoooooooooooot
jam 8 tiba ismail lagi ontheway kerumah..lalu dia bilang udah sampe!!! gue samperin ke jalan baru ehhhh ngga ada taunya dia dideket rumah,,yaudah gue balik lagi !!!pas temennya ismail bilang ehhhh madep belakang donggggg tetooooot ismail nyanyi slmt ylg tahun dan bawa hadiah gedeeeeeeeee bgt, dia juga bawa temen2 nya ada rivant juga yg gue kenal.. aaaaaaa im verry happy today'
TGIM
dear may 14 2012
heiiiii good morning!!
hari ini gue males banget pkl loh masih ngantukkkkkkk!!
tapi mau gimanapun juga hari ini harus masuk!!
CRAZIER!!!!!!!!!!!!!!
I'd never gone with the wind
Just let it flow
Let it take me where it wants to go to
You open the door
There's so much more
I've never seen it before
I was trying to fly
But I couldn't find wings
But you came along and you changed everything
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm falling and I am lost in your eyes
You make me crazier, crazier, crazier
I've watched from a distance as you made life your own
Every sky was your own kind of blue
And I wanted to know how that would feel
And you made it so real
You showed me something that I couldn't see
You opened my eyes
And you made me believe
Baby you showed me what living is for
I don't wanna hide anymore
Oh oh
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm fallin' and I am lost in your eyes
You make me crazier, crazier, crazier
Crazier, crazier, crazier
Just let it flow
Let it take me where it wants to go to
You open the door
There's so much more
I've never seen it before
I was trying to fly
But I couldn't find wings
But you came along and you changed everything
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm falling and I am lost in your eyes
You make me crazier, crazier, crazier
I've watched from a distance as you made life your own
Every sky was your own kind of blue
And I wanted to know how that would feel
And you made it so real
You showed me something that I couldn't see
You opened my eyes
And you made me believe
Baby you showed me what living is for
I don't wanna hide anymore
Oh oh
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm fallin' and I am lost in your eyes
You make me crazier, crazier, crazier
Crazier, crazier, crazier
THERE’S SOMETHING IN YOUR EYES
Yang benar saja? Aku
tidak mungkin jatuh cinta pada orang seperti dia! Kalau saja aku dapat
menentukan jalan hidupku, aku lebih baik bersama dengannya. Walau
harapanku ini mustahil, tapi aku ingin untuk tidak mencintai orang itu.
Dia bukanlah pria yang baik. Aku menyesal karena aku terlalu bodoh dan
terbuai sikap lembutnya.
Pada
awalnya aku kira dia hanya bersikap seperti itu kepada diriku, tetapi
aku salah. Dia memperlakukan semua perempuan sama seperti aku. Aku
sungguh tidak terima. Aku ingin pergi sejauh mungkin supaya aku tidak
dapat melihat wajahnya yang memuakkan itu. Tetapi kenyataan berkehendak
lain, kini aku justru satu kelas dengan pria itu.
“Keiko, ayo aku antar kan kau pulang.” Ucapnya yang berdiri dihadapanku.
Segera ku
masukan semua buku yang ada diatas meja dan bergegas untuk pulang.
“maaf, aku ada urusan. Kau pulang sendiri saja.” Kataku ketus. Lalu aku
meninggalkan Souta dikelas sendiri. Namun ia mengejarku dan menarik
pergelangan tanganku.
“Keiko,
ada apa denganmu?! Kenapa kau begitu berubah terhadapku?! Katakan padaku
apa yang mengganjal dihatimu!” perkataan Souta benar-benar membuatku
ingin meledak. Berani sekali dia bertanya seperti itu padaku setelah ia
berpacaran dengan sahabatku lalu ia meninggalkannya hanya dalam waktu 1
bulan. Karena dia, sahabatku Miruka sampai pindah sekolah dan sekarang
aku tidak punya siapa-siapa.
Aku menatap lurus matanya penuh dengan kekesalan. “jangan pernah kau tunjukan wajahmu dihadapanku Sou.”
***
Aku tau
aku telah bersikap keterlaluan kepadanya. Tapi inilah yang bisa kulakuan
untuk mengubur perasaanku terhadapnya. Aku tidak ingin berakhir seperti
Miruka. Aku masih ingat betul saat itu. Malam hari saat aku sedang
belajar untuk ulangan Fisika tiba-tiba bel rumahku berbunyi. Ternyata
Miruka yang datang kerumahku. Aku mengajaknya masuk tetapi ia tidak mau.
Ia tidak mendengarkan ucapanku. Badannya basah kuyup dan wajahnya
pucat, bibirnya pun membiru karna kedinginan. Ia menerjang hujan lebat
sampai seperti ini. Sekali lagi aku mengajaknya untuk masuk kedalam,
tetapi ia menolaknya mentah-mentah. Miruka justru menepis tanganku yang
berusaha membantunya untuk berdiri.
“kenapa...kenapa Keiko, kenapa ini terjadi kepadaku??!!!” serunya penuh
dengan tatapan yang berlinang air mata. Aku tidak mengerti maksud
sahabatku itu. Tiba-tiba ia datang dan menyalahkanku, seolah aku telah
melukai perasaannya.
“apa
maksudmu Miruka? Aku tidak mengerti. Masuklah dulu, biar kau jelaskan
semuanya. Kalau tidak, kau akan jatuh sakit.” Aku mengajaknya untuk
masuk tapi ia tetap tidak mau. Ia sungguh membuatku penasaran akan apa
yang terjadi.
“maaf
Keiko, aku rasa...aku tidak bisa lagi menjadi sahabatmu.” Setelah
mengucapkan itu lalu ia pergi. Ia berlari menjauh. Sampai aku tak dapat
lagi melihatnya.
Sampai
detik ini aku belum mengetahui maksud perkataan Miruka. Keesokan harinya
ia sudah pindah sekolah dan aku melihat Souta bersama dengan perempuan
lain. Walaupun aku menyukainya, tapi aku tidak terima kalau ia menyakiti
hati Miruka. Aku yang tadinya berteman akrab dengan Souta perlahan
mulai menjauhinya dan beruntunglah karena kami tidak sekelas.
Akan
tetapi keberuntunganku tidak bertahan lama. Ketika kenaikan kelas
diumumkan, aku terkejut karena kami berada dikelas yang sama. Kelas 3-1.
Aku memilih tempat duduk sejauh mungkin darinya untuk menghindari
kontak dengannya. 2 bulan berlalu sudah semenjak aku menempati bangku di
kelas 3 ini. Aku bisa merasakan Souta yang dulu telah berubah. Ia tidak
lagi suka bermain-main dengan perempuan. Ia terlihat lebih rajin. Tapi
aku tetap belum bisa melupakan kejadian Miruka dan hatiku pun belum
berubah, aku masih menyukainya.
***
Malam ini
hujan turun dengan lebat dan disertai angin kencang. Aku memandang
keluar jendela kamarku dan mengikuti arah titik-titik air yang
berjatuhan ke bumi. Malam ini seperti waktu Miruka datang kerumahku, aku
merasa hampa. Entah sampai kapan aku menjadi pecundang hanya karena
sahabatku. Aku tidak bisa mengakui perasaanku sendiri kepada orang yang
aku sukai karena sahabatku adalah mantan pacarnya.
Bel
rumahku berbunyi terus menerus tak henti-hentinya. Aku menghampiri dan
membuka pintu rumahku dan berharap itu bukan Miruka.
“Ka,
Kazuo? Apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini?” ternyata yang
bertamu adalah tetanggaku Kazuo. Ia seorang mahasiswa perguruan tinggi
negri. Ia berbeda hanya 1 tahun denganku. Konyol sekali aku sempat
berfikir semoga yang datang bukanlah Miruka. Rasanya ingin aku
menertawakan diriku.
“mm..Ke-ke..keiko...” ucapnya terbata-bata.
“ada apa Kazuo? Katakan saja. Aku kan temanmu.” Kataku sambil menyunggingkan senyum dengan mataku yang disipitkan.
“a-aku...aku hanya
ingin minta gula. Aku ingin membuat teh tapi ibuku sepertinya kehabisan
gula. Hehe.” Gaya Kazuo kaku sekali. Tapi aku tidak menghiraukannya. Aku
langsung mengajaknya masuk dan mengambilkan toples kaca berisi gula
seperti yang ia pinta.
“t-terimakasih Keiko, nanti aku segera kembalikan.”
“ya, tidak apa-apa” ujarku terkekeh.
Kazuo
memang orang yang unik. Bahasa tubuhnya membuatku tertawa. Ia bukan tipe
yang suka melucu, tetapi perilakunya sungguh membuatku terhibur. Aku
selalu tertawa geli jika melihatnya. Ia pria yang sangat baik dan
berhati mulia. Aku mengenalnya sejak pindah kerumah ini 5 tahun lalu.
Sebagai tetangga yang kedatangan penghuni rumah baru, ia membantuku
mengangkat barang-barang.
Sejak saat
itu kami mulai akrab dan berteman. Aku sering sekali berkunjung
kerumahnya untuk bermain bersama. Orangtua kami bahkan sempat berfikir
untuk menjodohkan kami, tetapi aku dan Kazuo menolaknya sehingga batal
lah rencana perjodohan tersebut dan aku sangat lega.
Keesokan
harinya aku melangkahkan kakiku dengan semangat untuk pergi ke sekolah.
Tanpa sengaja aku bertemu Kazuo di tengah jalan. Aku mendekatinya dan
mengagetkannya. Aku menepuk bahunya agak kencang dan berkata nyaring.
“HAAAIIII Kazuoooo! Selamat pagi! Hehe.”
Ekspresinya lucu sekali. Aku hampir mati tertawa saat melihat wajahnya
yang terkejut bukan main. Kazuo mengelus-elus dadanya lalu menarik nafas
untuk berbicara. “Keiko, aku benar-benar kaget. Kau itu keterlaluan!
Jantungku rasanya mau copot, kau tau?”
Aku masih
tertawa geli sambil berusaha menahan tawaku untuk berhenti. “maaf maaf
hehe habisnya kau lucu sih, aku jadi ga tahan ingin menggodamu terus.”
Kazuo
memalingkan wajahnya, ia mempercepat langkahnya dan melambaikan
tangannya tanpa menengok kearahku. “maaf Keiko, aku duluan ya.”
***
Lagi-lagi
Souta menghampiri ku. Tapi aku tidak menghiraukannya. Aku tidak
menggubris setiap perkataan yang keluar dari bibirnya.
“Keiko,
aku ingin bicara denganmu sebentar. Aku mohon..” ucapnya dengan muka
memelas. Baiklah, mungkin sekali ini aku akan mendengarkannya. Setelah
itu aku tidak mau lagi berurusan dengannya.
Souta mengajakku ke
sebuah taman. Taman yang indah dan sangat terkenal ketika musim semi
menyambut. Taman Maruyama terletak di daerah Kyoto. Taman ini dipenuhi
oleh bunga ceri yang bermekaran dan berwarna pink. Sungguh menyejukan
mata dan hatiku. Baunya begitu harum, seperti menghipnotisku.
Souta pun membuka pembicaraan. “Keiko, apa kau tau yang sedang ku pikirkan sekarang?” tanyanya dengan nada serius.
Laki-laki
aneh pikirku. Mana mungkin aku tau! “tidak. Kalau pun kau ingin
mengatakannya aku tidak ingin tau.” Balasku cuek.
Souta
tertawa masam. “kau memang beda dari yang lain. Dirimu yang seperti ini
lah yang membuatku tertarik.” Kini ia menatapku, ia memandangi bola
mataku yang berwarna coklat.
Aku segera
memalingkan wajahku dari tatapan lembutnya yang membuatku luluh.
“sudahlah, aku pulang dulu.” Aku beranjak dari tempat itu tapi Souta
menghentikanku. Ia menarik tanganku dengan tegas sehingga aku kembali
dalam posisi duduk. Pria itu mengunci tanganku. Ia menggenggamnya sangat
erat dan membuatku tak dapat bergerak.
“aku tidak
berbohong! Aku menyukaimu Keiko...dan aku tau kau juga mempunyai
perasaan yang sama denganku.” Souta mengatakannya dengan lancar. Apa
selama ini dia tau kalau aku menyukainya? Aku tidak tau harus senang
atau sedih. Mendengar pengakuan cintanya, tak bisa kupungkiri hatiku
meloncat kegirangan. Aku hanya diam tak membalas ucapannya.
“aku telah
berubah sejak pertama kali mengenalmu Keiko. Kau tidak perlu takut aku
akan memperlakukanmu seperti yang kulakukan kepada temanmu Miruka.” Hati
yang penuh luapan kebahagiaan berubah menjadi kemarahan. Kata-katanya
menyakiti hati sahabatku seolah Miruka tak ada artinya sama sekali bagi
dia.
“jangan
sebut nama Miruka seakan-akan ia tak berarti apa-apa untuk dirimu. Biar
bagaimanapun dia pernah menjadi bagian dalam hidupmu. Kenapa dulu kau
menghianatinya?” amarahku terhadap Souta semakin memuncak sehingga aku
tidak dapat berteriak dan melampiaskannya. Hanya suaraku yang terdengar
rendah dan dingin.
“semua aku lakukan hanya untukmu.” Katanya.
Tubuhku
gemetar. Aku sangat bingung. Apa aku berani menerimanya? “tolong
tinggalkan aku sendiri Sou. Aku butuh waktu untuk berfikir.”
***
3 tahun kemudian....
Setelah
pengakuan Souta, aku merasa aku tidak akan sanggup hidup di Jepang jika
selalu bertemu denganya. Akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke Inggris
dan tinggal disana bersama Bibiku, Rose. Tadinya kedua orangtuaku tidak
mengizinkannya, tapi aku terus merengek dan terpaksa mereka pun
mengizinkan aku untuk pergi. 3 tahun aku lalui tanpa hadirnya Souta. Aku
cukup bahagia tinggal disini. Sekarang aku sudah menjadi seorang
mahasiswi Fakultas Kedokteran di sebuah universitas terkenal yaitu
Oxford University.
“Keiko, ada seseorang yang mencarimu.” Sahut Bibi Rose dari lantai bawah.
“alright, wait a second.” Balasku dengan nyaring.
Aku sungguh terkejut saat mendapati orang yang mencariku. Kazuo?! Bagaimana bisa ia tau tempat tinggal Bibi Rose? Dan untuk apa dia kesini? Banyak sekali pertanyaan yang muncul di otakku. Benar-benar sebuah surprise yang tak terduga.
Aku
memperhatikan Kazuo dari kepala hingga ujung kaki. Ia terlihat berbeda
dengan ia yang dulu. Kazuo bertambah tampan! Namun, sorot
matanya...seperti berbeda. Aku bergidik menatap sorot mata itu.
“hai,
Keiko. Lama sekali kita tidak berjumpa.” Nada suaranya kini terdengar
riang dan tidak kaku seperti dulu. Kazuo benar-benar berubah semakin
dewasa.
Aku
mempersilahkannya masuk dan kami duduk diruang tamu. “aku senang sekali
bertemu denganmu. Apa yang membawamu kemari? Aku penasaran.” Ujarku yang
diakhiri dengan seulas senyum manis.
“apa kau tidak mengenalinya Keiko?” nada bicara Kazuo mendadak serius.
Aku mengernyitkan dahi. “apa maksudmu? Mengenalinya?”
“mata ini...apa kau sudah melupakannya?” katanya yg menyuruhku untuk menebak.
Aku tidak
mengerti dengan ucapan Kazuo. Apa yang terjadi? Ia tidak hanya berubah
menjadi semakin tampan dan dewasa, tapi juga misterius.
“katakan
padaku yang sebenarnya Kazuo!” pintaku dengan sedikit memaksa. Aku
sangat penasaran. Pasti sesuatu telah terjadi. Sesuatu yang besar...ya
sesuatu yang tidak ingin kudengar.
***
Aku tidak percaya
dengan ceritanya! Tidak mungkin itu terjadi! Souta mendonorkan korneanya
untuk Kazuo yang tertimpa kecelakaan dan kehilangan penglihatannya. Apa
maksud Souta seperti itu? kenapa ia harus pergi dengan cara seperti
ini? Kenapa ia tidak pernah mengatakan padaku bahwa ia juga memiliki
penyakit kanker yang kronis?! Kau sungguh egois Sou! Kau ingin bertemu denganku dengan cara hidup pada mata Kazuo. Aku tidak bisa menahan tangisku. Saat aku berziarah ke pemakaman Souta, aku melihat seseorang ada disana lebih dahulu.
“orang itu...” gumamku yang menahan isak tangis.
“sudah
lama sekali ya, Keiko...” sapanya lembut. Tampaknya ia juga sedang
menangisi nisan Souta. Aku terkejut bisa bertemu lagi dengannya,
terlebih ditempat seperti ini.
“kita mencintai orang yang sama dan menangisinya juga bersama-sama. Ironis sekali bukan hidup ini?”
“tidak.
Dari awal Souta hanya menyukaiku, bukan dirimu Miruka. Dan kepergiannya
tidak ada hubungannya dengan hidupku atau hidupmu. Kita menjalani hidup
yang berbeda. Dari dulu aku ingin mengatakan ini padamu, tapi baru
sekarang aku bisa mengucapkannya. Aku sangat lega karna aku tidak lagi
menjadi pecundang.”
“aku
senang kau bertambah dewasa. Sudahlah, tak ada gunanya kita bertengkar.
Lagipula, besok aku akan melangsungkan pertunanganku dengan pria yang
kucintai. Aku harap kau dan Kazuo bisa menghadirinya.”
“aku pasti datang.”
Sekarang
aku sadar bahwa sebenarnya yang ku inginkan adalah Kazuo. Cintaku memang
untuk Souta, tapi sejak dulu yang ada untukku selalu adalah Kazuo. Dari
awal, hanya Kazuo lah yang berada disisiku. Tapi aku tidak mungkin bisa
melupakan orang yang ku cintai. Sebuah pelajaran yang sangat berarti
bagiku. Lagipula, Souta...kau bisa selalu melihatku melalui Kazuo, bukan? Ucapku dalam hati. Aku tersenyum cerah menatap langit dan berharap kau mendengar yang kukatakan Sou.
***
“Souta Hakazami!! Cepat habiskan makananmu! Atau ibu akan marah besar.”
“iya, iya...Ibu cerewet sekali sih.”
“Kazuo, sebaiknya kau ajarkan Souta untuk bersikap disiplin!”
“jangan marah-marah terus nanti kau keriput Keiko. Bukankah Souta mengambil sifat seperti itu dari Ibunya? Hehe..”
“Kazuo kau mati hah?!”
Kehidupanku berubah drastis. Keluargaku dengan Kazuo adalah nafas
kehidupan bagiku. Aku sangat bahagia menjalaninya. Kami memiliki seorang
anak yang ku namai sama seperti dia, “Souta”, sebagai sebuah kenangan
dan agar aku dapat selalu mengingatmu.... aku yakin kau pasti tertawa
geli diatas sana melihat kelakuan Souta kecil-ku..
Aku sangat bertrimakasih padamu Sou...
Tanpa pengorbananmu, tidak mungkin aku bisa merasakan
yang luar biasa seperti ini...Sabtu, 12 Mei 2012
GAMAL IT'S MY NAME...: L.O.V.E
GAMAL IT'S MY NAME...: L.O.V.E: Cinta memang tidak pernah mengenal jarak dan waktu. Pertemuan singkat hanya menjadi cerita. Kisah masa lampau kini hanya menjadi kenangan se...
mau share dikit ahhhhhhhhh♡♡
oleh: @indahtssh
Heiiiiiiiii..
Gue indah trisnasari.. dilahirin oleh nyonya Dian ambar
sari dan tuan ujang sutisna dijakarta tanggal 10 mei 1995 yang lalu..
Gue mau share sedikit nih waktu gue dulu masih SD
ceritanya lucuuuuuu bgt, baca ya!!
Gue dulu sekolah di SDN JATINEGARA 011 JAKARTA mau cerita
tentang pengalaman gue waktu SD nih
Emmmmmmm dulu gue bisa dibilang penggila bgt accsesoris
mulai dari anting,gelang,kalung,jam tangan,cincin gue pake semua kesekolah
gatau deh pasti dandanan gue nora abis-____-
Dulu gue sukaaaaaaa bgt sama warna pink pokonya girly bgt
deh dari atas sampe bawah semuaaa warna pink..sampe gue di panggil baby doll
sama si Libia (temen gue)
Ehhhh jadi pada ngikutin deh semua orang pada manggil gue
baby doll.
Eh dulu disekolah ada musim main karet gua ikutan tapi……..kalah
melulu ah payah bgt sih gue!!!!
Yaudah gue ngga diajakin lagi karena gue kalah melulu..
akhirnya gue ngeliatin doang deh issssss!!
Indri,Vega,Ayu alias fitriyah,sama mega kita temenan
akrab bgt dan kita suka marah-marah ngga jelas gitu lah aaaaaaa pokonya seru
banget deh. Pernah ada pengalaman waktu itu sekolah ngadain acara renang di
palem kalo ngga salah nah gue berenang bercanda2 ngga jelas pas pulang baju dan
perlengkapan gue ketinggalan aaaaaaah pikun bgt sih gue hahaha malah dikit lagi
mobil jalan yaudah gue turun dan balik ke kamar mandi untung ga ilang hahaha
dan gue balik kemobil untung saja gue ga di tinggal huuuuuuuu..
Emmmmmm dulu tuh gue emang suka sendirian dirumah ,papa
kerja, mama nganterin adik terapi
Gue emang penakut bgt yah untung aja ada AMBAR ANASTASYA
temen gue yg paling baik hati sedunia yang mau nemenin gue dirumah.
Pagi-pagi gue jemput dia walaupun dia baru bangun dan
belek kemana-mana tapi..biarin lah…!!hehehe
Terus inget bgt waktu itu kita kelaperan punya uang
sedikit yaudah kita beli tahu goreng di warungnya si fitri(temen ngaji gue)..
Oke dehhhhh..
Eh iya waktu itu gue kebelet pup tapi gue ga berani ke
kamar mandi sendirian akhirnya si ambar mau nemenin gue dengan imbalan buku
diary kecil warna pink gue relain buat dia hohoho..
Dia baik banget sama gue tapi masa wktu itu gue jahat
sama dia gue ngelempar pensil lancip ke mata ambar sampe dia nangisssssssss
huuuuu maaf ya ambarrrrL
Gue sampe dimarahin sama guru gue huuuuuuu!!!!!
Ambar..sekarang lo dimana yah?
Kangeeeeeeeeen bgt sama lo,,rumahnya udah pindah pula ya
ampunnnnn
Miss uL
Ada 1 yang ga pernah gue lupa yaitu kalo sekolah gue
harus dikuncir!! Kalo ngga dikuncir gue nangis huuuuuuu gue cengeng banget
yah..
Waktu itu mama lagi pergi ngga ada yg nguncir akhirnya si
nenek yang ngunciriin ihhhhhhhhh berantakan bangetsssss!!!!!!!yaudahlah gapapah
:/
Heiiiiiii kangen kalian
Miss u AYU yang cerewet
Miss u INDRI yang dewasa dan bijak bgt
Miss u VEGA yang jawanya medok bgt
Miss U MEGA yang kalo lagi belajar kaki nya ga bias diem!!!!!!
Pokonyaaaaaaaaa kangen banget sama kalian deh..
Udah ah ini pengalaman gue baru sebagian doang masih
banyak lagi sih tunggu nanti aja ya byeeeeeeeeeeeeeee….
GAMAL IT'S MY NAME...: Think of This, Makes Your Love Longlasting
GAMAL IT'S MY NAME...: Think of This, Makes Your Love Longlasting: • When you want to leaving of someone .. Remember when you wanted to get it. • When you begin to not love him /her ... ...
PENGALAMAN PERTAMA JADI MODERATOR
oleh: @indahtssh
Waktu itu lupa tanggal berapa miss Amel (guru bahasa
inggris) masuk keruang kelas, lalu kami berdoa, lets pray together, finish,
greet to our teacher, good afternooooooon.
Okeh good afternoon jawab miss amel!!
Hari ini miss bakal bagiin kelompok buat bikin makalah,
lalu dipresentasiin menggunakan bahasa inggris!! Miss kasih waktu 1 minggu..
AAAAAAAAAAAAAA sekelas pada teriak..
Gue? Dapet kelompok sama Uke,Laras, sama Mutiara!! Lalu
kita berunding menentukan tema lalu gue ada ide kalo tema nya adalah “GLOBAL
WARMING”
Miss bilang harus ada moderatornya.. nahlooooooo
temen-temen pada nunjuk kalo gue jadi moderator!!! Yahampunssssssss..
Oke pulang sekolah. Taro tas, mandi, makan, solat, lalu
buka laptop cari bahan buat bikin makalah yang harus dipresentasiin minggu
depan!!!!!!!!!!!!
Setelah gue cari nahhhhh dapet nih tapi kayanya ga bagus
deh.. yaudah cari lagi
Untung modem gue ngga lola !!
Waktu menunjukan pukul 21:00
Papa: indaaaaaaaaaah udah malem tidur!!!!!!
Gue: iya bentar, bahannya belom dapet
Papa: HENING -____-
Gue cari terus ga ada bahan yang bagus, waktu menunjukan
pukul 22:00 mata udah ngga mendukung bgt, yaudah gue matiin laptop lalu
tidurrrrrrrrr..
Eitzzz tunggu !! update twitter dulu “Gnight
everyoneeeeeeeeee” wehehehehe
Pagiiiiiiiii menjelang.. brb sarapan buka laptop lagi!!!
Aduhhhh akhirnya gua dapet juga bahan yg bagus!!!!! Oke
saatnya copy paste!! Wkwk
Sampe disekolah gue bagi-bagiin deh tugasnya buat
dihafalin sama mereka..
Lalu berhari-hari kita latihan..
Hari selasa pun tiba dapet kabar kalo hari ini miss amel
ga masuk yeeeeeeeeeeeee
Teriak semua anak-anak..
Huuuuuuuu akhirnya gue jadi ada waktu buat latihan lagi..
Minggu kedua!!
Akhirnya tiba juga ..miss amel memasuki ruang kelas..
ngeliat muka anak-anak pada ga enak bgt hihihi pada tegang semua!! Gue apalagi!!!
Oke kelompok 1 maju kata miss amel..
Dan akhirnya gue dape kelompok ke empat!! Aaaaaaaaa
Lalu gue maju.. miss amel bilang ayo mulai..yaudah gua
maju gue liat pandangan kedepan, semua mata temen-temen tertuju sama gue aaaaa
yaudah mulai deh..bissmillah……
Gue say: asallamualaikum wrwb ,first off all let us
thanks to Allah SWT because for his blessing we can gather here in this
afternoon, I will intro our group im INDAH as moderator and she is uke,laras
and mutiara…… we are standing here to present about “GLOBAL WARMING”
Haduhhhhhhhh itulah penggalan kata pada saat pembukaan buat presentasi..
Akhirnyaaaaaaaa gue dan kelompok gue pada lancar semua huuuuuuu akhirnya gue kembali ke tempat
duduk.. haaaaaaaaaaa puas gue puassssssss gue dapat nilai 100 dari miss amel,
allhamdullilahhhhhh..
Ternyata kalo kita benar-benar sungguh berlatih dan ada
niat pasti bisa!!
Yes we can !!!!!!!!!!!!! hohoho udah dulu ya ceritanya
ini ceritaku mana ceritamu??????????
Kunyanyikan semua lagu
Untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasih
Ku kepadamu
Tanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku
Ijinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian
Dihangat pelukmu
Didalam hati kuyakin
Serta percaya
ada kekuatan doa yang
engkau titipkan
Lewat Tuhan membuat semangat bila diri
ini rapuh Dan tiada berdaya
Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat kulukai hatimu
Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga
Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya dihidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu
Untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasih
Ku kepadamu
Tanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku
Ijinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian
Dihangat pelukmu
Didalam hati kuyakin
Serta percaya
ada kekuatan doa yang
engkau titipkan
Lewat Tuhan membuat semangat bila diri
ini rapuh Dan tiada berdaya
Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat kulukai hatimu
Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga
Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya dihidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu
CERPEN LUCU BAHASA INGGRIS
After having failed his exam in “Logistics and Organization”, a student goes and confronts his lecturer about it.
Student: “Sir, do you really understand anything about the subject?”Professor: “Surely I must. Otherwise I would not be a professor!”
Student: “Great, well then I would like to ask you a question. If you can give me the correct answer, I will accept my mark as is and go. If you however do not know the answer, I want you give me an “A” for the exam. ”
Professor: “Okay, it’s a deal. So what is the question?”
Student: “What is legal, but not logical, logical, but not legal, and neither logical, nor legal?” Even after some long and hard consideration, the professor cannot give the student an answer, and therefore changes his exam mark into an “A”, as agreed.
Afterwards, the professor calls on his best student and asks him the same question. He immediately answers: “Sir, you are 63 years old and married to a 35 year old woman, which is legal, but not logical. Your wife has a 25 year old lover, which is logical, but not legal. The fact that you have given your wife’s lover an “A”, although he really should have failed, is neither legal, nor logical.”
Jumat, 11 Mei 2012
THANK YOU
seneng bgt rasanya dapet kejutan spesial dari pacar (ismail)
ga tau harus bilang apa lagi sama dia...
aaaaaaaaa makasih bgt ga akan pernah aku lupain..
te amo sooooooo much...
JANJI TERAKHIR
Pagi ini
dia datang menemuiku, duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku
benar-benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat,
penuh harap dan selalu membuatku bisa memaafkannya. Aku sadar, aku
sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia., meski dia sering
menyakiti hatiku dan membuatku menangis. Tidak hanya itu, akupun
kehilangan sahabatku, aku tidak peduli dengan perkataan orang lain
tentang aku. Aku akan tetap memaafkan Elga, meskipun dia sering
menghianati cintaku.
“Aku gak tau harus bilang apa lagi, buat kesekian kalinya kamu selingkuh! Kamu udah ngancurin kepercayaan aku!”
Aku tidak sanggup menatap matanya lagi, air mataku jatuh begitu deras menghujani wajahku. Aku tak berdaya, begitu lemas dan Dia memelukku erat.
“Maafin aku Nilam, maafin aku! Aku janji gak akan nyakitin kamu lagi. Aku janji Nilam. Aku sayang kamu! Please, kamu jangan nangis lagi!”
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain memaafkannya, aku tidak ingin kehilangan Elga, aku sangat mencintainya.
Malam ini Elga menjemputku, kami akan kencan dan makan malam. Aku sengaja mengenakan gaun biru pemberian Elga dan berdandan secantik mungkin. Kutemui Elga di ruang tamu, Dia tersenyum, memandangiku dari atas hingga bawah.
“Nilam, kamu cantik banget malam ini.”
“Makasih. Kita jadi dinner kan?”
“Ya tentu, tapi Nilam, malam ini aku gak bawa mobil dan mobil kamu masih di bengkel, kamu gak keberatan kita naik Taksi?”
“Engga ko, ya udah kita panggil Taksi aja, ayo.”
Dengan penuh semangat aku menggandeng lengan Elga. Ini benar-benar menyenangkan, disepanjang perjalanan Elga menggenggam erat tanganku, aku bersandar dibahu Elga menikmati perjalanan kami dan melupakan semua kesalahan yang telah Elga perbuat padaku.
Kami berhenti disebuah Tenda di pinggir jalan. Aku sedikit ragu, apa Elga benar-benar mengajakku makan ditempat seperti ini. Aku tahu betul sifat Elga, dia tidak mungkin mau makan di warung kecil di pinggir jalan.
“Kenapa El? Mienya gak enak?”
“Enggak ko, mienya enak, Cuma panas aja. Kamu gak apa-apa kan makan ditempat kaya gini Nilam?”
“Enggak. Aku sering ko makan ditempat kaya gini. Mie ayamnya enak loch. Kamu kunyah pelan-pelan dan nikmati rasanya dalam-dalam.”
Aku yakin, Elga gak pernah makan ditempat kaya gini. Tapi sepertinya Elga mulai menikmati makanannya, dia bercerita panjang lebar tentang teman-temannya, keluarganya dan banyak hal.
Dua tahun bersama Elga bukan waktu yang singkat, dan tidak mudah untuk mempertahankan hubungan kami selama ini. Elga sering menghianati aku, bukan satu atau dua kali Elga berselingkuh, tapi dia tetap kembali padaku. Dan aku selalu memaafkannya, itu yang membuatku kehilangan sahabat-sahabatku. Mereka benar, aku wanita bodoh yang mau dipermainkan oleh Elga. Meskipun kini mereka menjauhiku, aku tetap menganggap mereka sahabatku.
Selesai makan Elga Nampak kebingungan, dia mencari-cari sesuatu dari saku celananya.
“Apa dompetku ketinggalan di Taksi?”
“Yakin di saku gak ada?”
“Gak ada. Gimana dong?”
“ya udah, pake uang aku aja. Setiap jalan selalu kamu yang traktir aku, sekarang giliran aku yang traktir kamu. Ok!”
“ok. Makasih ya sayang, maafin aku.”
Saat di kampus, aku bertemu dengan Alin dan Flora. Aku sangat merindukan kedua sahabatku itu, hampir empat bulan kami tidak bersama, hingga saat ini mereka tetap sahabat terbaikku. Saat berpapasan, Alin menarik tanganku.
“Nilam, kamu sakit? Ko pucet sich?”
Alin bicara padaku, ini seperti mimpi, Alin masih peduli padaku.
“Engga, Cuma capek aja ko Lin. Kalian apa kabar?”
“Jelas capek lah, punya pacar diselingkuhin terus! Lagian mau aja sich dimainin sama cowok playboy kaya Elga! Jangan-jangan Elga gak sayang sama kamu? Ups, keceplosan.”
“Stop Flo! Kasian Nilam! Kamu kenapa sich Flo bahas itu mulu? Nilam kan gak salah.”
“Udah dech Alin, kamu diem aja! Harusnya kamu ngaca Nilam! Kenapa kamu diselingkuhin terus!”
Flora bener, jangan-jangan Elga gak sayang sama aku, Elga gak cinta sama aku, itu yang buat Elga selalu menghianati aku. Selama ini aku gak pernah berfikir ke arah sana, mungkin karena aku terlalu mencintai Elga dan takut kehilangan Elga. Semalaman aku memikirkan hal itu, aku ragu terhadap perasaan Elga padaku. Jika benar Elga tidak mencintaiku, aku benar-benar tidak bisa memaafkannya lagi.
Meskipun tidak ada jadwal kuliah, aku tetap pergi ke kampus untuk mengerjakan tugas kelompok. Setelah larut malam dan kampus sudah hampir sepi aku pun pulang. Saat sampai ke tempat parkir, aku melihat Elga bersama seorang wanita. Aku tidak bisa melihat wajah wanita itu karena dia membelakangiku. Mungkin Elga menghianatiku lagi. Kali ini aku tidak bisa memaafkannya. Mereka masuk ke dalam mobil, aku bisa melihat wanitaitu, sangat jelas, dia sahabatku, Flora….
Sungguh, aku benar-benar tidak bisa memaafkan Elga. Akan ku pastikan, apa Elga akan jujur padaku atau dia akan membohongiku, ku ambil ponselku dan menghubungi Elga.
“Hallo, kamu bisa jemput aku sekarang El?”
“Maaf Nilam, aku gak bisa kalo sekarang. Aku lagi nganter kakak, kamu gak bawa mobil ya?”
“Emang kakak kamu mau kemana El?”
“Mau ke…, itu mau belanja. Sekarang kamu dimana?”
“El! Sejak kapan kamu mau nganter kakak kamu belanja? Sejak Flora jadi kakak kamu? Hah?!!”
“Nilam, kamu ngomong apa sayang? Kamu bilang sekarang lagi dimana?”
“Aku liat sendiri kamu pergi sama Flora El! Kamu gak usah bohongin aku! Kali ini aku gak bisa maafin kamu El! Kenapa kamu harus selingkuh sama Flora El? Aku benci kamu! Mulai sekarang aku gak mau liat kamu lagi! Kita Putus El!”
“Nilam, ini gak…….”
Kubuang ponselku, kulaju mobilku dengan kecepatan tertinggi, air mataku terus berjatuhan, hatiku sangat sakit, aku harus menerima kenyataan bahwa Elga tidak mencintaiku, dia berselingkuh dengan sahabatku.
Beberapa hari setelah kejadian itu aku tidak masuk kuliah, aku hanya bisa mengurung diri di kamar dan menangis. Beruntung Ibu dan Ayah mengerti perasaanku, mereka memberikan semangat padaku dan mendukung aku untuk melupakan Elga, meskipun aku tau itu tak mudah. Setiap hari Elga datang ke rumah dan meminta maaf, bahkan Elga sempat semalaman berada di depan gerbang rumahku, tapi aku tidak menemuinya. Aku berjanji tidak akan memafkan Elga, dan janjiku takan kuingkari, tidak seperti janji-janji Elga yang tidak akan menghianatiku yang selalu dia ingkari.
Hari ini kuputuskan untuk pergi kuliah, aku berharap tidak bertemu dengan Elga. Tapi seusai kuliah, tiba-tiba Elga ada dihadapanku.
“Maafin aku Nilam! Aku sama Flora gak ada hubungan apa-apa. Aku Cuma nanyain tentang kamu ke dia Nilam!
“Kita udah putus El! Jangan ganggu aku lagi! Sekarang kamu bebas! Kamu mau punya pacar Tujuh juga bukan urusan aku!”
“Tapi Nilam…..”
Aku berlari meninggalkan Elga, meskipun aku sangat mencintainya, aku harus bisa melupakannya. Elga terus mengejarku dan mengucapkan kata maaf. Tapi aku tak pedulikan dia, aku semakin cepat berlari dan menyebrangi jalan raya. Ketika sampai di seberang jalan, terdengar suara tabrakan, dan…………
“Elgaaaa…..”
Elga tertabrak mobil saat mengejarku, dia terpental sangat jauh. Mawar merah yang ia bawa berserakan bercampur dengan merahnya darah yang keluar dari kepala Elga.
“Elga, maafin aku!”
“Nilam. Ma-af ma-af a-ku jan-ji jan-ji ga sa-ki-tin ka-mu la-gi a-ku cin-ta ka-mu a-ku ma-u ni-kah sa-ma kam……”
“Elgaaaaaa……”
Elga meninggal saat itu juga, ini semua salahku, jika aku mau memaafkan Elga semua ini takan terjadi. Sekarang aku harus menerima kenyataan ini, kenyataan yang sangat pahit yang tidak aku inginkan, yang tidak mungkin bisa aku lupakan. Elga menghembuskan nafas terakhirnya dipelukanku, disaat terakhir dia berjanji takan menyakitiku lagi, disaat dia mengatakan mencintaiku dan ingin menikah denganku. Dia mengatakan semuanya disaat meregang nyawa ketika menahan sakit dari benturan keras, ketika darahnya mengalir begitu deras membasahi aspal jalanan.
Rasanya ingin sekali menemani Elga didalam tanah sana, menemaninya dalam kegelapan, kesunyian, kedinginan, aku tidak bisa berhenti menangis, menyesali perbuatanku, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.
Satu minggu setelah Elga meninggal, aku masih menangis, membayangkan semua kenangan indah bersama Elga yang tidak akan pernah terulang lagi. Senyuman Elga, tatapan Elga, takan pernah bisa kulupakan.
“Nilam sayang, ini ada titipan dari Ibunya Elga. Kamu jangan melamun terus dong! Kamu harus bangkit! Biar Elga tenang di alam sana. Ibu yakin kamu bisa!”
“Ini salah aku Bu. Aku butuh waktu.”
Kubuka bingkisan dari Ibu Elga, didalamnya ada kotak kecil berwarna merah, mawar merah yang telah layu dan amplop berwarna merah. Didalam kotak merah itu terdapat sepasang cincin. Aku pun menangis kembali dan membuka amplop itu.
Air mataku mengalir semakin deras dari setiap sudutnya, kupakai cincin pemberian Elga, aku berlari menghampiri Ibu dan memeluknya.
“Bu, aku udah nikah sama Elga!”
“Nilam, kenapa sayang?”
“Ini!” Kutunjukan cincin pemberian Elga dijari manisku.
“Nilam, kamu butuh waktu nak. Kamu harus kuat!”
“Sekarang aku mau cerai sama Elga Bu!” kulepas cincin pemberian Elga dan memberikannya pada Ibu.
“Aku titip cincin pernikahanku dengan Elga Bu! Ibu harus menjaganya dengan baik!”
Ibu memeluku erat dan kami menangis bersama-sama.
“Aku gak tau harus bilang apa lagi, buat kesekian kalinya kamu selingkuh! Kamu udah ngancurin kepercayaan aku!”
Aku tidak sanggup menatap matanya lagi, air mataku jatuh begitu deras menghujani wajahku. Aku tak berdaya, begitu lemas dan Dia memelukku erat.
“Maafin aku Nilam, maafin aku! Aku janji gak akan nyakitin kamu lagi. Aku janji Nilam. Aku sayang kamu! Please, kamu jangan nangis lagi!”
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain memaafkannya, aku tidak ingin kehilangan Elga, aku sangat mencintainya.
Malam ini Elga menjemputku, kami akan kencan dan makan malam. Aku sengaja mengenakan gaun biru pemberian Elga dan berdandan secantik mungkin. Kutemui Elga di ruang tamu, Dia tersenyum, memandangiku dari atas hingga bawah.
“Nilam, kamu cantik banget malam ini.”
“Makasih. Kita jadi dinner kan?”
“Ya tentu, tapi Nilam, malam ini aku gak bawa mobil dan mobil kamu masih di bengkel, kamu gak keberatan kita naik Taksi?”
“Engga ko, ya udah kita panggil Taksi aja, ayo.”
Dengan penuh semangat aku menggandeng lengan Elga. Ini benar-benar menyenangkan, disepanjang perjalanan Elga menggenggam erat tanganku, aku bersandar dibahu Elga menikmati perjalanan kami dan melupakan semua kesalahan yang telah Elga perbuat padaku.
Kami berhenti disebuah Tenda di pinggir jalan. Aku sedikit ragu, apa Elga benar-benar mengajakku makan ditempat seperti ini. Aku tahu betul sifat Elga, dia tidak mungkin mau makan di warung kecil di pinggir jalan.
“Kenapa El? Mienya gak enak?”
“Enggak ko, mienya enak, Cuma panas aja. Kamu gak apa-apa kan makan ditempat kaya gini Nilam?”
“Enggak. Aku sering ko makan ditempat kaya gini. Mie ayamnya enak loch. Kamu kunyah pelan-pelan dan nikmati rasanya dalam-dalam.”
Aku yakin, Elga gak pernah makan ditempat kaya gini. Tapi sepertinya Elga mulai menikmati makanannya, dia bercerita panjang lebar tentang teman-temannya, keluarganya dan banyak hal.
Dua tahun bersama Elga bukan waktu yang singkat, dan tidak mudah untuk mempertahankan hubungan kami selama ini. Elga sering menghianati aku, bukan satu atau dua kali Elga berselingkuh, tapi dia tetap kembali padaku. Dan aku selalu memaafkannya, itu yang membuatku kehilangan sahabat-sahabatku. Mereka benar, aku wanita bodoh yang mau dipermainkan oleh Elga. Meskipun kini mereka menjauhiku, aku tetap menganggap mereka sahabatku.
Selesai makan Elga Nampak kebingungan, dia mencari-cari sesuatu dari saku celananya.
“Apa dompetku ketinggalan di Taksi?”
“Yakin di saku gak ada?”
“Gak ada. Gimana dong?”
“ya udah, pake uang aku aja. Setiap jalan selalu kamu yang traktir aku, sekarang giliran aku yang traktir kamu. Ok!”
“ok. Makasih ya sayang, maafin aku.”
Saat di kampus, aku bertemu dengan Alin dan Flora. Aku sangat merindukan kedua sahabatku itu, hampir empat bulan kami tidak bersama, hingga saat ini mereka tetap sahabat terbaikku. Saat berpapasan, Alin menarik tanganku.
“Nilam, kamu sakit? Ko pucet sich?”
Alin bicara padaku, ini seperti mimpi, Alin masih peduli padaku.
“Engga, Cuma capek aja ko Lin. Kalian apa kabar?”
“Jelas capek lah, punya pacar diselingkuhin terus! Lagian mau aja sich dimainin sama cowok playboy kaya Elga! Jangan-jangan Elga gak sayang sama kamu? Ups, keceplosan.”
“Stop Flo! Kasian Nilam! Kamu kenapa sich Flo bahas itu mulu? Nilam kan gak salah.”
“Udah dech Alin, kamu diem aja! Harusnya kamu ngaca Nilam! Kenapa kamu diselingkuhin terus!”
Flora bener, jangan-jangan Elga gak sayang sama aku, Elga gak cinta sama aku, itu yang buat Elga selalu menghianati aku. Selama ini aku gak pernah berfikir ke arah sana, mungkin karena aku terlalu mencintai Elga dan takut kehilangan Elga. Semalaman aku memikirkan hal itu, aku ragu terhadap perasaan Elga padaku. Jika benar Elga tidak mencintaiku, aku benar-benar tidak bisa memaafkannya lagi.
Meskipun tidak ada jadwal kuliah, aku tetap pergi ke kampus untuk mengerjakan tugas kelompok. Setelah larut malam dan kampus sudah hampir sepi aku pun pulang. Saat sampai ke tempat parkir, aku melihat Elga bersama seorang wanita. Aku tidak bisa melihat wajah wanita itu karena dia membelakangiku. Mungkin Elga menghianatiku lagi. Kali ini aku tidak bisa memaafkannya. Mereka masuk ke dalam mobil, aku bisa melihat wanitaitu, sangat jelas, dia sahabatku, Flora….
Sungguh, aku benar-benar tidak bisa memaafkan Elga. Akan ku pastikan, apa Elga akan jujur padaku atau dia akan membohongiku, ku ambil ponselku dan menghubungi Elga.
“Hallo, kamu bisa jemput aku sekarang El?”
“Maaf Nilam, aku gak bisa kalo sekarang. Aku lagi nganter kakak, kamu gak bawa mobil ya?”
“Emang kakak kamu mau kemana El?”
“Mau ke…, itu mau belanja. Sekarang kamu dimana?”
“El! Sejak kapan kamu mau nganter kakak kamu belanja? Sejak Flora jadi kakak kamu? Hah?!!”
“Nilam, kamu ngomong apa sayang? Kamu bilang sekarang lagi dimana?”
“Aku liat sendiri kamu pergi sama Flora El! Kamu gak usah bohongin aku! Kali ini aku gak bisa maafin kamu El! Kenapa kamu harus selingkuh sama Flora El? Aku benci kamu! Mulai sekarang aku gak mau liat kamu lagi! Kita Putus El!”
“Nilam, ini gak…….”
Kubuang ponselku, kulaju mobilku dengan kecepatan tertinggi, air mataku terus berjatuhan, hatiku sangat sakit, aku harus menerima kenyataan bahwa Elga tidak mencintaiku, dia berselingkuh dengan sahabatku.
Beberapa hari setelah kejadian itu aku tidak masuk kuliah, aku hanya bisa mengurung diri di kamar dan menangis. Beruntung Ibu dan Ayah mengerti perasaanku, mereka memberikan semangat padaku dan mendukung aku untuk melupakan Elga, meskipun aku tau itu tak mudah. Setiap hari Elga datang ke rumah dan meminta maaf, bahkan Elga sempat semalaman berada di depan gerbang rumahku, tapi aku tidak menemuinya. Aku berjanji tidak akan memafkan Elga, dan janjiku takan kuingkari, tidak seperti janji-janji Elga yang tidak akan menghianatiku yang selalu dia ingkari.
Hari ini kuputuskan untuk pergi kuliah, aku berharap tidak bertemu dengan Elga. Tapi seusai kuliah, tiba-tiba Elga ada dihadapanku.
“Maafin aku Nilam! Aku sama Flora gak ada hubungan apa-apa. Aku Cuma nanyain tentang kamu ke dia Nilam!
“Kita udah putus El! Jangan ganggu aku lagi! Sekarang kamu bebas! Kamu mau punya pacar Tujuh juga bukan urusan aku!”
“Tapi Nilam…..”
Aku berlari meninggalkan Elga, meskipun aku sangat mencintainya, aku harus bisa melupakannya. Elga terus mengejarku dan mengucapkan kata maaf. Tapi aku tak pedulikan dia, aku semakin cepat berlari dan menyebrangi jalan raya. Ketika sampai di seberang jalan, terdengar suara tabrakan, dan…………
“Elgaaaa…..”
Elga tertabrak mobil saat mengejarku, dia terpental sangat jauh. Mawar merah yang ia bawa berserakan bercampur dengan merahnya darah yang keluar dari kepala Elga.
“Elga, maafin aku!”
“Nilam. Ma-af ma-af a-ku jan-ji jan-ji ga sa-ki-tin ka-mu la-gi a-ku cin-ta ka-mu a-ku ma-u ni-kah sa-ma kam……”
“Elgaaaaaa……”
Elga meninggal saat itu juga, ini semua salahku, jika aku mau memaafkan Elga semua ini takan terjadi. Sekarang aku harus menerima kenyataan ini, kenyataan yang sangat pahit yang tidak aku inginkan, yang tidak mungkin bisa aku lupakan. Elga menghembuskan nafas terakhirnya dipelukanku, disaat terakhir dia berjanji takan menyakitiku lagi, disaat dia mengatakan mencintaiku dan ingin menikah denganku. Dia mengatakan semuanya disaat meregang nyawa ketika menahan sakit dari benturan keras, ketika darahnya mengalir begitu deras membasahi aspal jalanan.
Rasanya ingin sekali menemani Elga didalam tanah sana, menemaninya dalam kegelapan, kesunyian, kedinginan, aku tidak bisa berhenti menangis, menyesali perbuatanku, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.
Satu minggu setelah Elga meninggal, aku masih menangis, membayangkan semua kenangan indah bersama Elga yang tidak akan pernah terulang lagi. Senyuman Elga, tatapan Elga, takan pernah bisa kulupakan.
“Nilam sayang, ini ada titipan dari Ibunya Elga. Kamu jangan melamun terus dong! Kamu harus bangkit! Biar Elga tenang di alam sana. Ibu yakin kamu bisa!”
“Ini salah aku Bu. Aku butuh waktu.”
Kubuka bingkisan dari Ibu Elga, didalamnya ada kotak kecil berwarna merah, mawar merah yang telah layu dan amplop berwarna merah. Didalam kotak merah itu terdapat sepasang cincin. Aku pun menangis kembali dan membuka amplop itu.
Dear Nilam,
Nilam sayang, maafin aku, aku janji gak akan nyakitin kamu, aku sangat mencintai kamu, semua yang udah aku lakuin itu buat ngeyakinin kalo Cuma kamu yang terbaik buat aku, Cuma kamu yang aku cinta.
Aku harap, kamu mau nemenin aku sampai aku menutup mata, sampai aku menghembuskan nafas terakhirku. Dan cincin ini akan menjadi cincin pernikahan kita.
Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin berpisah denganmu Nilam.
Love YouElga
Air mataku mengalir semakin deras dari setiap sudutnya, kupakai cincin pemberian Elga, aku berlari menghampiri Ibu dan memeluknya.
“Bu, aku udah nikah sama Elga!”
“Nilam, kenapa sayang?”
“Ini!” Kutunjukan cincin pemberian Elga dijari manisku.
“Nilam, kamu butuh waktu nak. Kamu harus kuat!”
“Sekarang aku mau cerai sama Elga Bu!” kulepas cincin pemberian Elga dan memberikannya pada Ibu.
“Aku titip cincin pernikahanku dengan Elga Bu! Ibu harus menjaganya dengan baik!”
Ibu memeluku erat dan kami menangis bersama-sama.
*****
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)

























